Cantengan, Infeksi Serius atau Biasa saja ?

 

Cantengan adalah salah satu momok yang paling ditakutkan ketika kita memotong kuku. Padahal memotong kuku menjadi kegiatan rutin yang dilakukan. Karena menjaga kebersihan kuku merupakan hal penting, bahkan didalam agama merupakan sunah. Hal ini dilakukan agar bakteri tidak bersarang di kuku dan tidak terjadi timbulnya penyakit. Tapi menggunting kuku tidak asal begitu saja. Perlu ada tata cara memotong kuku dengan benar agar tidak mengalami iritasi. Parahnya ketika salah teknik dalam menggunting dan kuku menjadi terlalu pendek.

Akibat memotong kuku terlalu pendek, kuku akan tumbuh menyamping dan menjorok ke bagian samping/pinggiran batas antara kuku dan kulit. Hal ini yang menyebabkan peradangan dan infeksi. Atau lebih dikenal dengan cantengan.

Pernahkah diantara kalian mengalami cantengan kuku? Cantengan adalah keadaan dimana daging diujung kuku terasa bengkak, nyut-nyutan, bahkan bernanah. Pasti rasanya sangat sakit dan membuat kita jadi serba salah saat ingin bergerak. Awalnya hanya iritasi biasa, tapi tak lama kemudian daging akan membengkak dan terasa sakit. Kuku yang terkena cantengan atau paronychia biasanya masuk kedalam dan menusuk daging. Hal ini disebabkan karena kulit kuku disekitar jari mengalami infeksi. Akibat dari itu, keadaan kulit akan lembek atau lunak dan kuku akan terus tumbuh.

READ  Bagaimana cara mengatasi alergi telur yang kadang terjadi pada diri kita atau sang buah hati?

Terjadilah pertumbuhan kuku ke samping akhirnya menjadi cantengan. Cantengan biasanya terjadi pada kuku kaki dan tangan. Namun biasanya lebih sering terjadi pada jempol kaki. Cantengan dalam bahasa medis dikenal sebagai Paronychia, dimana bakteri masuk melalui robekan pada kulit karena adanya trauma pada lapisan kuku, hilangnya kutikula, atau iritasi kronia sehingga terjadi pembengkakan dan bernanah.

Peradangan tersebut akan membuat jaringan kulit menjadi lembek (lunak) dan jaringan kuku menjadi menebal dan terpacu untuk terus tumbuh tapi tak beraturan. Bukan hanya dari kesalahan teknik memotong kuku, ada juga penyebab lain yang berdampak terjadinya cantengan. Penyebab lainnya seperti :

  1. Obesitas
  2. Keringat yang berlebih
  3. Pengobatan tertentu (obat HIV, antijamur, retinoid), pergerakan sendijari yang berlebihan, infeksi jamur(onychomycosis).
  4. Mengenakan sepatu yang terlalu sempit
  5. Memiliki kuku yang terlalu melengkung
READ  Tips Mengobati CTS (Carpal Tunnel Syndrome)

Meski cantengan adalah infeksi yang sering dialami oleh semua orang dan terdengar sepele, bukan berarti tidak perlu penanganan khusus. Terkadang infeksi ini memang tidak terlihat, hanya rasa sakit saja yang dirasakan. Namun justru itu yang membahayakan, karena kuku yang menjorok kedalam akan terus semakin bertumbuh. Karena jika tidak diobati dan tidak terdeteksi, kuku yang tumbuh ke dalam dapat terus menginfeksi tulang di bawahnya. Hal ini semakin menyebabkan infeksi tulang yang serius.

Selain itu, cantengan adalah infeksi yang dapat mengakibatkan borok kaki yang sulit disembuhkan. Bahayanya cantengan ini juga memungkinkan penderita menyebabkan kematian jaringan (gangren). Gangren terjadi karena gangguan aliran darah ke area tubuh kita. Sehingga terjadinya penghambatan.

Jika anda sedang mengalami cantengan, usahakan untuk memakai sandal atau sepatu yang terbuka. Tujuannya, agar luka bengkaknya tidak tertekan oleh benda. Karena jika tertekan, maka lukanya akan semakin bengkak dan sangat menghambat penyembuhan. Ada beberapa cara untuk mencegah kuku jari tidak tumbuh menjorok ke dalam dan terhindar dari infeksi cantengan :

  1. Potong kuku secara lurus
READ  Seberapa Bahaya Candidiasis?

Hindari teknik memotong kuku dengan cara melengkung. Agar sesuai dengan bentuk bagian depan jari kaki, anda harus menggunting kuku secara lurus.

  1. Kenakan sepatu yang pas

Sepatu yang sempit memberikan tekanan yang terlalu kuat dapat menyebabkan kuku tumbuh ke jaringan yang tidak sesuai.

  1. Rajin Periksa kaki

Bagi penderita diabetes, rajinlah periksa kaki setiap hari untuk melihat tanda-tanda kuku kaki yang tumbuh ke dalam.

  1. Gunakan pelindung alas kaki

Apabila pekerjaan berisiko dari segi lokasi dan beban angkut yang berat, ada baiknya kenakan alas kaki pelindung, seperti sepatu berujung baja.

Sumber :

www.spesialisbedah.com

www.himedik.com