Bingung cara untu mengatasi alergi kacang? Yuk simakberikut ini!

 

Alergi kacang merupakan alergi yang dapat menimbulkan reaksi ketika orang tersebut mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kacang di dalamnya. Bagi penderita alergi tersebut, menganggap kacang merupakan hal yang membahayakan bagi tubuh. Dan alergi tersebut siapapun orang dapat mengalaminya mulai dari bayi dibawah usia 3 tahun hingga orang dewasa, namun pada umumnya terjadi pada anak anak untuk berkemungkinan besar mengalami alergi kacang. Alergi kacang yang menyerang bayi umumnya menyeranga bayi pada usia 14 bulanan hingga anak berusia 2 tahun.  Setelah itu alergi kacang baru akan diidap ketika anak tersebut dewasa kelak. Mengapa seperti ini ? hal itu terjadi dikarenakan ketika seseorang menderita alergi tersebut saat usianya masih tergolong sangat kecil yaitu batita, maka umumnya orang tua si bayi akan membawa si bayi ke dokter anak dan dokter alergi untuk menyembuhkan alergi tersebut, namun uniknya lagi alergi ini sangat jarang bisa disembuhkan atau dihilangkan secara total dalam artian 100%. Kebanyakan dari kasus yang terjadimengungkapkan bahwa obat obatan yang diminum selama bayi menderita alergi kacang hanya mampu meredakan gejalanya dan menghilangkan reaksi alergi tubuh hingga anak berusia remaja, ketika anak menginjak dewasa maka otomatis alergi tubuh kepada kacang akan kembali bereaksi lagi. Masalah tersebut juga dinyatakan dalam hasil beberapa penelitian yang dilakukan team medis kesehatan di seluruh dunia mengungkapkan hanya sekitar 20% bayi yang bisa sembuh seutuhnya dari alergi kacang dan sisa 80% hanya akan merasakan kesembuhan hingga usia remaja dan akan kembali menjadi penderita alergi kacang ketika mereka sudah beranjak dewasa.[1] “dilansir dari laman Halodo” Untuk mendapatkan hasil secara pasti apakah sang anak memiliki alergi kacang, dokter akan melakukan beberapa langkah pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, seperti:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes darah. Tes darah dapat mengukur respons sistem kekebalan pengidap terhadap makanan tertentu dengan memeriksa jumlah antibodi tipe alergi dalam aliran darah, yang dikenal sebagai immunoglobulin E (IgE) antibodi.
  • Dokter akan bertanya tentang riwayat gejala alergi pengidap dan keluarga. Pengidap juga akan ditanya tentang kesehatan secara keseluruhan dan riwayat medis keluarga, termasuk setiap kerabat dengan alergi.
READ  Hal Sepele yang Menyebabkan Cantengan

Pengobatan terhadap alergi kacang dilakukan hanya dengan bertujuan untuk meredakan gejala yang muncul dan mencegah munculnya reaksi alergi. Langkah terbaik untuk mencegah munculnya reaksi alergi kacang adalah menghindari kacang dan produk yang mengandung kacang. Konsumsi tablet antialergi yang dijual bebas, misalnya chlorpheniramine, guna meredakan gejala yang muncul yang dapat dikatakan ringan. Obat ini dapat menimbulkan rasa kantuk. Langkah pengobatan lain terhadap alergi tersebut adalah imunoterapi. Pengobatan ini dilakukan oleh dokter dengan cara memberikan sedikit pengobatan alergen kepada penderita secara bertahap, guna membentuk kekebalan tubuh terhadap alergen tersebut. Namun, imunoterapi tidak banyak digunakan karena berisiko menimbulkan reaksi anafilaksis. Jika perlu dilakukan, imunoterapi harus dijalankan di bawah pengawasan dokter alergi. Jika memiliki masalah alergi dan berisiko tinggi sehingga dapat terserang reaksi alergi berat (anafilaksis), dianjurkan untuk selalu membawa obat suntik epinephrine yang berbentuk seperti pena. Bila terjadi reaksi anafilaksis, obat ini dapat digunakan untuk mencegah reaksi yang fatal. Beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah:

  • Cari bantuan medis dan pastikan ada seseorang yang selalu menemani Anda ketika gejala anafilaksis muncul.
  • Gunakan suntikan epinephrine, jika Anda memilikinya.
  • Jika mengalami serangan asma, gunakan inhaler untuk meredakan sesak napas.
READ  Bagaimana cara mengatasi alergi telur yang kadang terjadi pada diri kita atau sang buah hati?

Ketika bantuan medis datang, oksigen akan diberikan oleh dokter untuk membantu pernapasan, kortikosteroid untuk meredakan peradangan, dan antihistamin untuk meredakan reaksi alergi. Bila perlu, dokter juga akan memberikan kembali suntikan epinephrine. Penanganan secara intensif tersebut akan dilakukan jika gejala yang muncul sangat parah. Namun, sebelumnya dokter akan memantau kondisi pasien terlebih dahulu hingga dapat dikatakan stabil dan gejala alergi hilang. Adapun beberapa komplikasi yang akan terjadi karena disebabkan oleh Alergi Kacang. Penderita alergi tersebut  memiliki resiko besar seperti syok anafilaktik (anafilaksis) atau reaksi alergi yang hebat. Berikut ini beberapa gejala anafilaksis:

  • Tekanan darah menurun drastis, sehingga memicu terjadinya syok.
  • Tidak sadarkan diri.
  • Sesak napas akibat penyempitan saluran pernapasan.
  • Jantung berdebar.
  • Pembengkakan di bagian wajah.
  • Sulit menelan akibat pembengkakan di tenggorokan.
READ  Seberapa Bahaya Candidiasis?

Kondisi yang sangat berbahaya dan harus mendapatkan penanganan langsung oleh dokter atau petugas medis. Jika tidak segera ditangani, anafilaksis dapat membahayakan nyawa si penderita yang akan berakibat fatal.[2]

 

 

 

Sumber: Hellosehat.com

[1] Sumber referensi Honestdocs.com

[2] Sumber referensi Alodokter.com