Bagaimana cara mengatasi alergi telur yang kadang terjadi pada diri kita atau sang buah hati?

 

abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap protein telur adalah suatu reaksi alergi telur. Gejala yang ditimbulkan dari alergi tersebut dapat ringan sampai berat, bahkan bisa pula mengancam nyawa (anafilaksis). Gejala biasanya dapat timbul beberapa saat hingga beberapa jam setelah mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur. Alergi ini umumnya timbul pada bayi dan akan menghilang sebelum usia remaja. Bagian putih telur adalah bagian dari telur yang paling sering menyebabkan gejala alergi dibandingkan dengan warna kuning yang terdapat pada telur tersebut. ruam kemerahan, gatal, hidung tersumbat atau pilek dan bersin, diare, batuk dan sakit dada merupakan sebuah gejala dari alergi telur tersebut. adapun gejala yang dapat dikatakan berat seperti, pusing, kehilangan kesadaran atau pingsan, bahkan bengkak pada tenggorokan juga denyut nadi cepat. Gejala tersebut harus segera ditangani ataupun segera lakukan antisipasi agar tidak semakin memburuk.[1] “dilansir dari laman Alodokter” Alergi telur dapat terjadi karena sistem imunitas tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap telur sehingga membahayakan terhadap tubuh.  sehingga dengan cepat merespons lalu melepaskan zat histamin untuk melindungi tubuh. Alergen atau zat yang menimbulkan alergi pada telur bisa berasal dari protein dalam kuning atau putih telur. Namun, sebagian besar dapat dikatakan si penderita mengalami alergi terhadap putih telur. Umumnya alergi telur terjadi pada anak-anak. Alergi ini menjadi reaksi yang sangat mengganggu pada anak yang berusia 6 hingga 15 bulan. Bayi yang masih menyusu pada ibunya juga sangat rentan mengalami alergi terhadap protein telur yang dikonsumsi ibunya. Sedangkan pada orang dewasa, alergi telur jarang sekali terjadi dikarenakan Saat menjelang masa remaja atau sistem pencernaan lebih matang.

READ  Pernahkah Anda Mengalami Carpal Tunnel Syndrome?

Bila sang anak atau sang buah hati mengalami alergi terhadap telur, sebenarnya sedikit mudah untuk segera diatasi dan dapat terhindar. Akan tetapi ada beberapa anak yang tidak terlalu mudah untuk menghindari alergi tersebut bahkan sangat kesulitan sehingga perlu bantuan sang orang tua, misal dalam memilih makanan untuk memastikan apakah makanan tersebut mengandung telur atau tidak. Sehingga sang anak dapat dikatakan aman setelah beberapa makanan yang dia pilih sudah dipastikan tidak mengandung telur. Berikut adalah berbagai bentuk telur yang tercantum pada label makanan sehingga dapat dengan mudah menimbulkan alergi telur itu terjadi:

  • Telur kering
  • Putih telur
  • Padatan putih telur
  • Kuning telur
  • Padatan telur
  • Telur bubuk
  • Telur utuh
READ  Bingung cara untu mengatasi alergi kacang? Yuk simakberikut ini!

Jika sang anak memiliki alergi telur, berikan beberapa catatan sebagai pengingat sepertimembuat daftar bahan-bahan telur di atas dalam ukuran yang cukup kecil sehingga mudah dibawa sebagai pengingat. Catatan ini dapat ditaruh dalam saku dan tas milik anak. Lebih baik lagi jika kita sebagai orang tua juga memiliki daftar yang sama. Namun ketika berada di sebuah restoran atau rumah teman, mungkin anak akan merasa kesulitan mengecek label makanan maka tanyakan saja sebelum menyantap makanan yang sudah terhidang. Jika anak menyukai kue panggang, seperti cupcakes atau brownies, adapun diri kita juga bisa mengganti bahan telur dengan menggunakan 1,5 sendok makan (22,2 mililiter) minyak dan 1 sendok teh (5 mililiter) baking powder untuk setiap telur. Karena anak tidak dapat mengonsumsi telur, pastikan ia mendapatkan asupan protein dari sumber lain seperti daging merah, unggas, ikan, dan kacang-kacangan. Jika anak ternyata memiliki lebih dari satu alergi makanan, segera lakukan konsultasi dengan ahli gizi. Namun, jika hanya telur yang menjadi penyebab alerginya, kita dapat mengatur sendiri asupan makan pada sang anak tersebut.[2]

READ  Hal Sepele yang Menyebabkan Cantengan

 

Sumber: Alodokter.com

[1] Sumber referensi Halodoc.com

[2] Sumber referensi Hellosehat.com